Ekonomi politik energi terbarukan dan pengembangan wilayah: Persoalan pengembangan biodiesel di Indonesia

Political Economy of Renewable Energy and Regional Development: Understanding Social and Economic Problems of Biodiesel Development in Indonesia

Loading...
Thumbnail Image

Date Issued

Date Online

2019-08-31

Citation

Nuva, N., Fauzi, A., Dharmawan, A.H., Putri, E.I.K. 2019. Ekonomi politik energi terbarukan dan pengembangan wilayah: Persoalan pengembangan biodiesel di Indonesia. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 7 (2): 110-118. https://doi.org/10.22500/sodality.v7i2.19727

Abstract/Description

Transisi penggunaan bahan bakar dari fosil ke non fosil (termasuk bahan bakar nabati biodiesel) terus mengalami peningkatan. Saat ini, sumber bahan baku terbesar biodiesel di Indonesia berasal dari kelapa sawit. Pengembangan biodiesel diyakini dapat menghasilkan manfaat bagi masyarakat dan daerah, seperti penciptaan lapangan kerja lokal, pembangunan infrastruktur, pemasukan pendapatan bagi pemerintah daerah dan ketergantungan nasional yang lebih kecil terhadap bahan bakar fosil dan impor energi, serta meminimalkan dampak negatif bahan bakar fosil bagi lingkungan. Akan tetapi, meskipun memiliki target dan diperkuat dengan beragam kebijakan yang komprehensif, pengembangan biodiesel di Indonesia juga menghadapi beragam hambatan termasuk dari aspek ekonomi politik. Analisis deskriptif yang diperkuat dengan literatur pendukung digunakan untuk mengkaji aspek ekonomi politik biodiesel berbasis kelapa sawit di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan terbatasnya pasar dalam negeri, terutama berkaitan dengan harga yang tidak kompetitif dengan solar, rendahnya harga solar dan tingginya harga TBS merupakan kendala dalam produksi biodiesel untuk serapan di dalam negeri. Aspek politik dalam negeri terkait penggunaan biodiesel oleh pihak-pihak yang telah ditetapkan pemerintah, termasuk non-PSO juga menjadi persoalan penting dalam menjamin keberlanjutan biodiesel. Selain itu, isu keberlanjutan di hulu (perkebunan kelapa sawit) dan permasalahan dumping yang dinyatakan oleh Pemerintah Uni Eropa dan Amerika juga menjadi permasalahan utama dalam ekpsor biodiesel Indonesia.


The transition of fossil fuel to non-fossil fuels (biodiesel fuel for diesel blending) has continued to evolve. The largest source of biodiesel’ raw materials in Indonesia derives from oil palm. Biodiesel development is also believed to generate benefit for society as well as for regional and national, including job creation, infrastructure improvement, revenue generation for governments and reduce national dependence on fossil fuels, and minimize adverse environmental fossil fuel impacts. However, despite its targets and strengthened by various comprehensive policies, the development of biodiesel in Indonesia also faces significant barriers. Descriptive analysis used in this study to understand the political economy of biodiesel engagement. The limited domestic market, mainly related to the issue of non-competitive prices with diesel, relatively low of oil prices, and high prices of fresh fruit bunches (FFB) are the constraints in the production of biodiesel for domestic uptake. The national political aspect related to the use of biodiesel by government parties, including non-PSOs, becomes an important issue in ensuring the sustainability of biodiesel. In addition, the issue of sustainability in the upstream (oil palm plantation) and dumping issues expressed by the EU and the US Government are also the main problems in Indonesian biodiesel export.

Permanent link to cite or share this item

External link to download this item

Organizations Affiliated to the Authors

Share

Review Status

Language

id

Countries

Access Rights

Open Access Open Access

Usage Rights

CC-BY-NC-SA-4.0

Attention